Tag Archives: Yogyakarta

Sri Sultan Hamengkubuwono X, Menjadi Yogyakarta adalah Menjadi Indonesia

Yogyakarta menjadi destinasi liburan yang paling diburu oleh warga ibukota. Yogyakarta menawarkan banyak hal yang jarang ditemui di ibukota, antara lain kenyamanan, keramahtamahan, hingga kebudayaan lokal yang masih terasa hingga sekarang. Berkembangnya Yogyakarta tidak bisa lepas dari sosok Sultan yang memimpin daerah tersebut. Kini, Yogyakarta dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Tentu nama beliau sudah tidak asing lagi buat kamu bukan? Kali ini, kamu simak dulu deh kisah perjalanan Sri Sultan Hamengkubuwono X memimpin kota yang selalu istimewa ini!

  

Masa kecil dan pendidikan Sri Sultan Hamengkubuwono X

Sri Sultan Hamengkubuwono X lahir dengan nama Herjuno Darpito pada tanggal 2 April 1946 di Yogyakarta. Setelah dewasa, beliau bergelar KGPH Mangkubumi dan berganti menjadi KGPAA Hemengku Negara Sudidyo Rajaputra Nalendra ing Mataram saat dingkat menjadi putra mahkota. Sri Sultan Hamengkubuwono X pernah berkuliah di Universitas Gadjah Mada dan mengambil jurusan fakultas hukum. Selama menempuh pendidikan hukum, beliau mulai memiliki pola pikir modern untuk bisa memajukan Yogyakarta.

 

Menggantikan sang ayah pada tahun 1989 dan kemudian menjadi gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Setelah sang ayah meninggal, Sri Sultan Hamengkubuwono X resmi menggantikan kedudukan sang ayah sebagai pemimpin Yogyakarta pada 7 Maret 1989. Setelah Paku Alam VIII wafat, Sri Sultan Hamengkubuwono X kemudian juga ditetapkan menjadi gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1998. Pada masa jabatan 1998-2003, Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak didampingi wakil gubernur. Baru setelah itu, beliau kemudian didampingi Paku Alam IX sebagai wakil gubernur untuk periode 2003-2008.

Sebagai gubernur, Sri Sultan Hamengkubuwono X tidak pernah haus akan penghargaan atau pengakuan. Menurut beliau, Yogyakarta hanya membutuhkan sentuhan kasih dan hati nurani.

 

Sempat aktif dalam politik dengan bergabung dengan Partai Golkar

Sri Sultan Hamengkubuwono X pernah aktif dalam kepengurusan Partai Golkar. Beliau juga sempat menjabat sebagai Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar. Meski aktif dalam kegiatan politik, Sri Sultan Hamengkubuwono X selalu memilih netral saat berada di pemerintahan. Hanya saja, keterlibatan beliau di Partai Golkar harus berhenti karena adanya Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta yang salah satunya berisi aturan berupa larangan gubernur yang dijabat Sri Sultan untuk ikut dan terjun ke dunia politik. Pada tahun 2012, Sri Sultan Hamengkubuwono X pun resmi keluar dari Partai Golkar.

Mungkin Sri Sultan Hamengkubuwono X memiliki sifat yang menurun dari sang ayah. Jika sang ayah menjadi pendukung Indonesia merdeka, maka Sri Sultan Hamengkubuwono X pernah memilih jalur politik sebagai bentuk kepedulian beliau dalam pemerintahan. Meski pada akhirnya harus keluar dari dunia politik, keterlibatan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam memajukan dan mendukung Indonesia tidaklah usai.

 

Sri Sultan Hamengkubuwono X aktif juga dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya

Sri Sultan Hamengkubuwono X dikenal aktif dalam beberapa kegiatan birokrasi hingga sosial, khusunya di Yogyakarta. Beliau pernah menjadi ketua umum Kadinda Dareah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X juga pernah menjabat sebagai ketua umum KONI Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam perjalanan karier, beliau sempat menjabat sebagai direktur utama PT Punokawan dan presiden komisaris PG Madukismo.

Sri Sultan Hamengkubuwono X memberikan dukungan penuh pada seni pertujukan kontemporer dan tradisi sejak 1989 hingga sekarang. Hal ini membuat Sri Sultan Hamengkubuwono X mendapatkan gelar doktor kehormatan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sri Sultan Hamengkubuwono X juga pernah menuangkan pemikiran kritis beliau melalui karya ilmiah dengan judul “Kerangka Konsepsi Politik Indonesia” yang terbit pada tahun 1989 dan “Bercermin di Kalbu Rakyat” pada tahun 1999.

Bukan hanya sebagai Sultan di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X juga menempatkan diri beliau lebih dekat dengan rakyat melalui ragam kegiatan seni, sosial, dan budaya. Karya ilmiah yang ditulis beliau menunjukkan kepedulian Sri Sultan Hamengkubuwono X pada pemerintahan Indonesia.

 

Pedoman Sri Sultan Hamengkubuwono X: menjadi Jogja, menjadi Indonesia

Dalam sebuah pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta ke-29, Sri Sultan Hamengkubuwono X mecetuskan sebuah kalimat yang begitu diingat hingga sekarang. Kalimat tersebut berbunyi “Sudah semestinya keistimewaan Jogja adalah untuk Indonesia. Bahwa menjadi Jogja, adalah menjadi Indonesia”. “Menjadi Jogja, menjadi Indonesia” memberikan makna bahwa karakter-karakter khas Yogyakarta akan tetap selalu menguatkan Indonesia. Karakter-karakter yang dimaksud adalah menciptakan kenyamanan, mengajarkan keteladanan, mencerminkan gotong royong, dan memiliki jati diri kuat serta tetap terbuka.

Yogyakarta memang dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keistimewaan dibandingkan daerah lainnya. Hingga kini, beberapa pro dan kontra tentang sosok pemimpin Sultan masih sering terdengar. Namun, Yogyakarta pun tetap menjadi bagian dari Indonesia sejak dulu hingga sekarang. Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono X tadi menegaskan bahwa seistimewanya Yogyakarta, Yogyakarta tetaplah Indonesia.

 

Sri Sultan Hamengkubuwono X hingga kini masih menjabat sebagai pemimpin Yogyakarta. Yogyakarta telah tumbuh menjadi kota yang lebih rapi dan tetap terbuka pada perubahan zaman. Hingga kini Yogyakarta juga membantu perekonomian Indonesia, terutama di bidang pariwisata. Bahkan, banyak anak-anak di luar Yogyakarta berbondong-bondong ke kota pelajar ini untuk menempuh pendidikan. Semoga Yogyakarta selalu istimewa dan jadi kebanggaan Indonesia!