Tag Archives: Sukarno

Soekarno, Sang “Arstitek” Kemerdekaan Indonesia

Saat belajar di bangku Sekolah Dasar, kamu tentu mengenal sosok yang jadi proklamator Indonesia. Begitu pula jika ditanya siapa presiden pertama Indonesia, pasti kamu akan dengan mudah menyebut nama Soekarno.

Kala itu, gambar Soekarno sedang membacakan teks proklamasi pun pasti banyak kamu temui di buku-buku sekolah. Yup, Soekarno merupakan sosok di balik kemerdekaan Indonesia. Sosoknya pun hingga sekarang masih dikenang oleh rakyat Indonesia. Namun, mungkin tak banyak yang tahu kisah perjalanan hidup Soekarno. Bukan hanya sebagai proklamator, ternyata ada sisi lain dari Soekarno yang bisa kamu pelajari.

Simak ringkasan perjalanan Soekarno berikut ini ya!

 

Akrab dengan organisasi sejak masih sangat muda

Tidak banyak yang tahu bahwa dulu Soekarno memiliki nama kecil “Kusno”. Namanya pun berubah menjadi “Soekarno” lantaran beliau sering sakit ketika masih anak-anak. Soekarno lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, sedangkan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai.

Sejak masih remaja, Soekarno sudah menunjukkan minatnya pada dunia organisasi kepemudaan. Pada tahun 1915, Soekarno sering bertemu dengan para pemimpin Serikat Islam kala itu, antara lain Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis. Selain itu, Soekarno dikenal aktif dalam organisasi pemuda Tri Koro Dharmo yang kemudian berubah nama menjadi Jong Java. Kala itu, Soekarno masih berusia 15-17 tahun.

Bayangkan, sejak muda saja beliau sudah aktif di organisasi ya! Sikap cinta tanah air sudah beliau miliki sejak masih muda. Soekarno muda tentu tidak main-main ketika memilih aktif di organisasi sejak muda. Dari situlah muncul cita-cita kemerdekaan untuk Indonesia.

 

Soekarno merupakan salah satu arsitek hebat yang dimiliki Indonesia

Sekilas, mungkin kamu mengira kalau Soekarno adalah sosok politik sejati. Nyatanya, beliau pernah menempuh pendidikan sipil di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang bernama Institut Teknologi Bandung). Saat itu hanya ada tiga orang Jawa yang berhasil meraih gelar insinyur dan Soekarno adalah salah satunya. Ternyata, beberapa bangunan yang ada di ibukota merupakan sumbangan ide dari Soekarno yang kala itu menginginkan Jakarta sebagai pusat pemerintahan yang tertata apik seperti layaknya negara merdeka lainnya. Beberapa bangunan yang merupakan hasil pemikiran Soekarno antara lain Masjid Istiqlal, Monumen Monas, Hotel Indonesia, dan masih banyak lagi.

Dari Soekarno kamu belajar bahwa apapun pendidikanmu, jangan pernah jadikan alasan untuk tak bisa berbuat memberi sumbangsih untuk bangsa ini. Tengok deh, latar belakang pendidikan Soekarno yang jauh dari politik nyatanya bisa juga membawa dampak besar buat Indonesia.

 

Semangat yang tetap menyala meski berkali-kali diasingkan

Selain tergabung dalam Jong Java, Soekarno juga merupakan pendiri dari Partai Nasional Indonesia (PNI). Aktivitas Soekarno di PNI ternyata sempat membawanya diasingkan oleh Belanda di Sukamiskin. Di situ, Soekarno tidak menyerah. Bahkan, beliau dengan lantang membacakan pledoi berjudul Indonesia Menggugat ketika menjalani sidang. Selain menjalani pengasingan di Sukamiskin, Soekarno juga pernah diasingkan di Flores dan Bengkulu.

Hidup dalam penderitaan di pengasingan tak membuatnya menyerah. Bahkan, ketika harus berkali-kali diasingkan, beliau masih memiliki keyakinan pada kemerdekaan Indonesia. Kayaknya semangat beliau ini patut kamu tiru deh!

 

Tokoh proklamator sekaligus presiden pertama yang dimiliki Indonesia pasca kemerdekaan

Meski harus mengalami pengasingan berkali-kali, semangat Soekarno tak pernah padam. Soekarno kembali dari masa pengasingan saat Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942. Bersama tokon Indonesia lainnya, beliau berperan dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, antara lain merumuskan Pancasila, UUD 1945, serta teks proklamasi.

Peristiwa Rengas dengklok pada 16 Agustus 1945 menjadi awal gerbang kemerdekaan Indonesia. Saat itu Soekarno dibawa oleh sekelompok pemuda Indonesia yang mendesak untuk segera memproklamasikan kemerdekaan pasca kalahnya Jepang atas sekutu. Atas inisiatif para pemuda itulah akhirnya Soekarno memilih untuk tidak bergantung pada Jepang dalam memperoleh kemerdekaan Indonesia. Akhirnya, Soekarno pun membacakan teks proklamasi Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dan dipilih menjadi presiden pertama Indonesia.

Soekarno memang pernah berkali-kali berada dalam pengasingan. Hebatnya, mimpinya mewujudkan kemerdekaan Indonesia tidak hilang meski harus hidup menderita. Ada keyakinan dalam dirinya bahwa Indonesia pasti merdeka. Kemerdekaan yang kamu kecap sekarang tentu tak bisa lepas dari keyakinan dan kegigihan beliau sejak muda bukan?

 

Gaya kepemimpinan Soekarno yang tegas, berani, dan karismatik

Selama menjadi presiden Indonesia, Soekarno dikenal sebagai pemimpin yang selalu berpidato dengan semangat menyala-nyala. Sikap beliau mampu membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia kala itu. Jiwa nasionalisme tampak dalam diri Soekarno selama menjabat sebagai presiden Indonesia. Sosoknya yang karismatik membuatnya disegani para pemimpin dunia lainnya. Tak heran jika beberapa negara Asia dan Afrika menjadikan Soekarno sebagai teladan kepemimpinan saat negara-negara tersebut berusaha melepaskan diri dari ketergantungan dari negara barat. Soekarno juga menjadi penggagas terlaksananya Konferensi Asia Afrika, yang mana dalam konferensi tersebut membahas masalah-masalah yang dialami negara Asia dan Afrika yang baru saja merdeka. Keprihatinan Soekarno akan nasib negara Asia dan Afrika tersebut lah yang mendorongnya membuat konferensi agar semua negara senasib dapat saling membantu dan menguatkan.

Hingga sekarang, gaya Soekarno dalam memimpin bisa menjadi panutan para leader. Sosok Soekarno yang patang menyerah, rela berkorban, serta berani bisa menginspirasimu untuk menjadi pemimpin yang baik.

 

Nama Soekarno yang diabadikan di Indonesia

Pada tanggal 21 Juni 1970, Soekarno menghembuskan napas terakhirnya akibat sakit yang dideritanya. Sebagai sosok yang berperan dalam kemerdekaan Indonesia, rasanya sangat pantas jika akhirnya nama Soekarno diabadikan di Indonesia. Stadion kebanggaan Indonesia, Stadion Gelora Bung Karno, mengambil nama beliau sebagai wujud penghormatan pada proklamator Indonesia. Yayasan Pendidikan Soekarno pun dibuat oleh putri beliau, Rachmawati Soekarnoputri. Pada akhirnya, yayasan tersebut mencetuskan ide untuk membuat universitas yang selaras dengan pemikiran yang diajarkan Soekarno sehingga lahirlah Universitas Bung Karno pada tahun 1999. Selain itu, didirikan pula Yayasan Bung Karno yang menyimpan benda-benda milik Soekarno yang berada di berbagai daerah di Indonesia.

Sosok yang memiliki peran penting untuk bangsa ini tentu akan selalu dikenang. Pengabadian nama Soekarno ini seolah megingatkan kamu untuk selalu memiliki semangat juang layaknya yang dimiliki Soekarno di sepanjang hayatnya. Kini, ketika kamu sudah hidup di masa kemerdekaan, adakah kontribusi positif yang bisa kamu berikan untuk Indonesia?

 

Dari kisah Soekarno, kamu bisa belajar tentang semangat juangnya yang sudah muncul sejak masih muda.

Kamu sendiri, apakah yakin sudah menjadi bagian generasi muda yang bisa memberi manfaat buat bangsa ini?