Tag Archives: NasDem

Surya Paloh, dari Serambi Mekkah membawa Restorasi Indonesia

Dengan semangat pembaruan berslogan “Restorasi Indonesia”, Surya Dharma Paloh atau Surya Paloh bersama Sultan Hamengkubuwono X pda tahun 2010 mendirikan organisasi Nasdem yang kemudian berkembang menjadi Partai Nasdem (Nasional Demokrat). Sosok yang kemudian memimpin Partai Nasdem ini juga dikenal sebagai pengusaha dimana salah satu perusahaan yang dipimpinnya adalah Metro TV yang tergabung dalam Media Grup. Lalu bagaimana sebernarnya kisah dari sosok Surya Paloh ini? Mari simak pembahasannya berikut ini.

Masa Kecil dan Remaja

Surya Paloh lahir di pada 16 Juli 1951 di Kuta Raja, Kota Banda Aceh, Naangroe Aceh Darussalam. Saat bersekolah, Surya Paloh sudah terbiasa berjualan. Saat itu sambil sekolah, Surya Paloh sembari membawa beberapa barang seperti ikan asin, karung goni, teh dan lainnya. Dari sinilah bakat bisnis Surya Paloh muai terasah. Saat sekolah menengah di SMA Negeri 7 Medan, Insting bisnis Surya Paloh semakin berkembang baik. Hal ini terlihat ketika dirinya membuka perusahaan karoseri. Lagi-lagi kegiatan berbisnis ini dilakukan Surya Paloh sambil sekolah dan juga menjadi agen penjualan mobil. Selepas SMA,

Surya Paloh melanjutkan pendidikannya ke Universitas Sumatera Utara untuk mengambil Fakultas Hukum. Meski tak sampai lulus, tapi Surya Paloh melanjutkan studinya ke Universitas Islam Sumatera Utara dengan mengambil Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Dari fakultas inilah Surya Paloh mulai mengenal dan menyukai dunia politik. Sejak kuliah di Universitas Islam Sumatera Utara, Surya Paloh mulai aktif mengikuti organisasi yang menentang kebijakan-kebijakan salah dari pemerintahan Orde Lama. Salah satu organanisasi yang diikuti oleh Surya Paloh saat itu adalah Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Setelah KAPPI bubar, Surya Paloh menjadi Koordinator Pemuda dan Pelajar pada Sekretariat Bersama Golkar. Organisasi lain yang juga pernah dipimpin Surya Paloh adalah Putra-Putri ABRI (PP-ABRI) Sumatera Utara.

Menjadi Pebisnis

Sebagai pengusaha, karir Surya Paloh juga tak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, suami dari Rosita Barrack ini punya talenta dan bakat berniaga yang mumpuni. Beberapa perusahaan yang pernah dikelola oleh Surya Paloh adalah PT Ika Diesel Bros yang merupakan usaha distributor mobil Ford dan Volkswagen. Ada juga Hotel Ika Darroy di Banda Aceh, Link Up Coy di Singapura yang bergerak di perdagangan umum dan lainnya. Tapi usaha yang kemudian mengangkat namannya lebih tinggi adalah penerbitan media. Hal ini dikarenakan bisnis di penerbitan media menurutnya sangat menantang dan memunculkan minatnya kembali pada dunia politik. Kemahiran bisnis Surya Paloh memang tak tiba-tiba saja muncul. Ini karena Surya Paloh memulainya sejak ia masih sekolah. Dari sini kita pun bisa mengambil pelajaran bahwa tidak ada sukses yang bisa diraih secara instan. Sukses yang sejati membutuhkan proses dan waktu yang didalamnya ada beragam tantangan yang harus ditaklukkan.

Bisnis di Media Massa

Saat itu Surya Paloh memulai bisnis penerbitan medianya pada masa orde baru sehingga banyak sekali tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Seperti kita tahu bahwa pemerintah orde baru sangat protektif pada setiap media massa yang membuat setiap pemimpin redaksi harus sangat berhati-hati ketika memuat berita. Surya Paloh sendiri memulai bisnis penerbitan media pada 2 Mei 1986 dengan mendirikan Surat Kabar Harian Prioritas. Meskipun popularitas koran Prioritas ini sudah menyebar ke berbagai daerah, namun sayangnya Prioritas tak bisa bertahan lama karena SIUPP-nya dicabut pemerintah. Dicabutnya SIUPP dari koran Prioritas ini disebabkan menurut pemerintah saat itu isi dari koran Prioritas tak sesuai dengan Kode Etik Jurnalisti Indonesia.

Meski ditutup oleh pemerintah, Surya Paloh tak menyerah. Sebab kemudian menghidupkan kembali Majalah Vista. Dan pada tahun 1989, Surya Paloh bekerja sama dengan Drs. T. Yously Syah untuk mendirikan dan mengelola Media Indonesia. Tidak hanya bekerjasama dengan Drs. T. Yously Syah, tapi Surya Paloh juga bermitra dengan 10 penerbit di daerah baik seperti Sumatera, Bali dan Sulawesi. Untuk mengembalikan popularitas medianya seperti kora Prioritas, Surya Paloh memboyong Media Indonesia ke Gedung Prioritas.

Dirikan Metro TV

Dibawah rezim orde baru, Surya Paloh terus mendapatkan pertentangan dan ancaman pembredelan dari pemerintah. Tapi dengan keberaniannya untuk terus memperjuangkan kebebasan pers dengan bersuara lewat media massa, Surya Paloh pun menemukan momentumnya untuk mendirikan stasiun televisi yang kemudian diberi nama Metro TV. Dengan sajian utama kanal berita, Metro TV menjadi stasiun televisi berita pertama di Indonesia dan juga stasiun televisi pertama yang menghadirkan siaran 24 jam nonstop. Selain mendirikan Metro TV, Surya Paloh yang punya ruang lebih luas setelah jatuhnya rezim Orde Baru juga menghadirkan koran Media Indonesia yang kini telah populer dan dikenal di seluruh Indonesia. Dari kisah Surya paloh membangun bisnis media massa-nya ini kita bisa mengambil hikmah bahwa hanya dengan kesungguhan dan semangat pantang menyerah, sebuah impian bisa diraih sesulit apapun itu rintangan yang menghadang.

Karir Politik

Setelah bisnis media massa telah sukses diraihnya, Surya Paloh melanjutkan petualang kehidupannya dengan terjun ke dunia politik yang diminatinya sejak dulu. Awalnya ia bergabung dengan Partai Golkar. Dengan keaktifannya, Surya Paloh pernah dijadikan Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar periode 2004-2009. Karir politik Surya Paloh berlanjut ketika dirinya mendirikan organisasi Nasdem (Nasional Demokrat) bersama Sultan Hamengkubuwono X pada tanggal 1 Ferbruari 2010. Surya Paloh bersama Nasdem menggelorakan gerakan semangat pembaruan di Indonesia dengan slogan “Restorasi Indonesia”. Organisasi Nasdem yang awalnya tidak berorientasi politik kemudian pada 26 juli 2011 berubah menjadi partai politik dan turut berpartisipasi dalam pemilu pada 2014. Ketika Partai Nasdem dinyatakan lolos dalam verifikasi KPU sebagai peserta pemilu 9 april 2014, nama Surya Paloh semakin gencar terdengar di beberapa media. Kepopuleran Surya Paloh kemudian memunculkan spekulasi bahwa Surya Palon akan mencalonkan diri sebagai Capres. Tapi kenyataannya pada Pilpres 2014 hingga terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden RI, Partai Nasdem tidak mencalonkan Surya Paloh sebagai presiden.