Tag Archives: Najwa Shihab

Najwa Shihab, Jurnalis cerdas yang begitu mencintai profesinya.

Dunia media sekarang ini berkembang pesat. Erat kaitannya media dengan kehidupan pers. Di Indonesia dunia pers berganti haluan menuju ke arah yang lebih demokratif selepas rezim Orde Baru.  Adalah seorang wanita muda yang baru saja bergabung menjadi seorang jurnalis di Metro TV pada tahun 2000, dia bernama Najwa Shihab. Wanita itu memulai karirnya sebagai reporter dan setelah 17 tahun berlalu, Najwa Shihab telah bertransformasi menjadi seorang jurnalis senior di Indonesia yang cakap, cerdas , handal dan tajam.

Najwa kecil yang pemalu

Najwa Shihab yang akrab dipanggil dengan sebutan Nana lahir di Makassar pada tanggal 16 September 1977. Ayahnya adalah seorang Menteri Agama pada era presiden Soeharto, yaitu Muhammad Quraish Shihab.  Najwa kecil dibesarkan dalam lingkungan yang religius dan ia bersekolah dari TK sampai SMA di sekolah Islam. Masa kecilnya sering berpindah-pindah kota mengikuti kerja dinas orang tuanya. Najwa kecil sebenarnya adalah anak yang pemalu.

Ada dua sosok penting yang menjadikan Najwa sebagai seorang wanita yang sukses. Sosok Ayah nya, Muh. Quraish Shihab,  yang seorang cendekiawan mengajarkan banyak falsafah-falsafah hidup positif pada Najwa. Najwa banyak diajarkan cara berperilaku yang sopan dan senantiasa rendah hati. Selain itu, dorongan sang Ibu, Fatmawaty Assegaf, untuk aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah membuat Najwa mempunyai pergaulan yang cukup banyak semasa muda dan remaja. Sang Ibu kerap kali mendorong Najwa untuk mengikuti berbagai lomba semasa sekolah, seperti lomba membaca puisi dan mengikuti kegiatan organisasi.

Kadang perjalanan karir seseorang memang tidak bisa ditebak. Najwa tidak pernah bercita-cita menjadi seorang jurnalis. Najwa berkuliah di Fakultas Hukum Univesitas Indonesia dan tentu saja pilihan karirnya selepas berkuliah adalah menjadi praktisi hukum. Sewaktu masa kuliahnya hampir berakhir, Najwa memanfaatkan waktu senggangnya untuk magang menjadi reporter di stasiun RCTI. Selama 3 bulan magang ternyata Najwa menikmati sekali dinamika pekerjaan seorang reporter.  Belum lagi kesempatan Najwa waktu itu bisa meliput kejadian penting seperti kedatangan Kofi Annan ke Jakarta. Najwa pun mulai jatuh cinta terhadap dunia jurnalistik.

Bekerja sebagai reporter

Sebagai wanita muda yang baru lulus kuliah, Najwa tidak ingin membuang waktu untuk melakukan hal-hal yang kurang penting. Jiwa muda nya haus akan kesempatan. Meskipun kuliah hukum tidak berhubungan dengan dunia jurnalistik, Najwa tahu bahwa gairahnya di dunia pers begitu besar. Dunia jurnalistik juga membutuhkan pengetahuan luas dan kejelian menangkap sumber berita dan menulis topik berita, bekal pengetahuan dan pendidikan yang telah diraih Najwa menjadi modal utama untuk melenggang ke dunia karir. Najwa pun memutuskan untuk mengambil karir di bidang yang dia cintai.

Najwa Shihab pun resmi bergabung di Metro TV pada tahun 2000. Pada saat itu Metro TV merupakan stasiun TV yang baru berdiri. Kesempatan nya untuk menjadi jurnalis terbuka lebar. Najwa mulai dari bawah sebagai reporter dan mulai meliput kejadian-kejadian sehari-hari di Indonesia.

Sosok Najwa mulai mendapat perhatian umum pada tahun 2004 ketika dirinya meliput bencana tsunami di Aceh. Najwa begitu kaget melihat kondisi manusia di Aceh yang sangat porak- poranda. Tumpukan jenazah tergeletak sembarang di mana-mana, bala bantuan hampir tidak ada, kondisi kota yang benar-benar kacau dan para warga yang menangis tidak tahu harus mengadu ke mana. Najwa melakukan “live report” dengan sangat emosional sampai menangis. Diri nya melaporkan kondisi Aceh yang sangat parah dan  meminta bantuan kepada pemerintah untuk lebih sigap mengirim bantuan. Indonesia pun terhenyak melihat reportasi Najwa…..

Penghargaan yang diraih Najwa

Setelah liputan bencana tsunami di Aceh, nama Najwa mulai dikenal publik.  Najwa pun diberikan penghargaan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan kontribusinya dalam membangkitkan rasa empati dan kemanusiaan masyarakat terhadap bencana Aceh. Di Metro TV, karir Najwa semakin berkembang. Beberapa program acara salah satunya Metro Hari Ini dan Suara Anda pernah dibawakan oleh Najwa. Wajah yang cantik dan cara berbicara yang sedikit cepat dan lugas merupakan ciri khas Najwa.  Tidak lama setelah itu, beberapa penghargaan diraih Najwa salah satunya Jurnalis Terbaik Metro TV ( 2006). Tahun 2009, Najwa dipercaya oleh Metro TV membawakan program talkshow berjudul “ Mata Najwa”. Program ini merupakan salah satu titik ukur keberhasilan karir Najwa di dunia jurnalistik…

Najwa di Mata Najwa

Di program ini, Najwa banyak menyoroti masalah seputar politik, ekonomi, tokoh nasional, korupsi, dan kemanusiaan. Di Mata Najwa, Najwa benar-benar menunjukan taring nya sebagai seorang jurnalis handal. Topik yang diangkat Najwa selalu yang ter up to date di masyarakat dan ia selalu berhasil menghadirkan tokoh-tokoh narasumber yang benar-benar berbobot untuk diwawancarai. Najwa senantiasa melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tajam dan menggelitik kepada sumber. Cara Najwa mengupas habis suatu topik adalah dengan kemahirannya mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat kritis kepada sumber. Najwa lihai menganalisa jawaban-jawaban yang diutarakan oleh para sumber. Najwa sering mencecar jawaban dari para sumber dengan cara yang elegan tapi lugas dan kritis.  Karakter Najwa sangat terbentuk kuat yang memberikan identitas tersendiri untuk program Mata Najwa. Terhitung tokoh-tokoh penting sudah diwawancarainya seperti Presiden RI ke 3 BJ Habibie, Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri, Mantan Wakil Presiden Boediono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur (sekarang Presiden) Joko Widodo dan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok).

Keberhasilannya dalam Mata Najwa membuat beberapa penghargaan pun diraih Najwa. Ia meraih penghargaan sebagai Presenter Talkshow Berita dan Informasi Terfavorit versi Panasonic Gobel Award pada tahun 2015 dan 2017. Beberapa penghargaan bergengsi lainnya yaitu Young Global Leader Award dari World Economic Forum tahun 2011, The Influential Woman of The Year versi majalah Elle tahun 2016 dan masuk dalam daftar Most Progressive Figures versi majalah Forbes tahun 2015.

 

Najwa dan keluarga

Najwa yang bersuamikan Ibrahim Sjarief Assegaf dan mempunyai 1 orang anak memutuskan untuk hengkang dari Metro TV setelah 17 tahun berkarir di sana. Keputusannya untuk keluar dari Metro TV membuat orang bertanya-tanya jika ada konflik yang terjadi dengan stasiun TV yang sudah membesarkan namanya tersebut. Ada kasak-kusuk yang bilang kalau konflik terjadi karena keinginan Najwa untuk mewawancarai Novel Baswedan, seorang pemimpin KPK yang terkena kasus penganiyayaan, mendapat tentangan dari pimpinan Metro TV. Entah bagaimana yang benar, yang jelas Najwa membantah….

Menjadi Duta Buku Indonesia

Di balik sosoknya yang cerdas, Najwa mempunyai hobi membaca buku dari kecil. Ayahnya mempunyai banyak koleksi buku di rumahnya, dan sang Ayah senantiasa mendorong Najwa dan anak-anaknya untuk rajin membaca buku. Semasa muda, Najwa bahkan mempunyai perpustakaan kecil di rumahnya. Berkat kecintaannya pada buku, Najwa pun dinobatkan menjadi Duta Buku Indonesia, ia bertugas mengkampanyekan pentingnya membaca buku sekaligus menyalurkan bantuan buku sampai ke daerah terpencil di Indonesia.

Najwa Shihab adalah jurnalis yang begitu mencintai pekerjaannya. Dirinya sangat berkomitmen dengan bidang yang dikerjakannya. Selepas dari Metro TV, Najwa tetap menekuni dunia jurnalistik dan sekarang ia bergabung di Trans TV dengan kembali membawakan program Mata Najwa. Bisa dibilang Najwa Shihab adalah salah satu contoh Kartini masa kini, seorang istri dan ibu sekaligus wanita karir yang sangat berdedikasi melakukan hal-hal yang terbaik untuk keluarga dan pekerjaannya. Sikap penuh dedikasi, loyal, dan berwawasan luas adalah hal-hal yang patut dicontoh generasi muda sekarang dari seorang Najwa Shihab.