Tag Archives: Menteri

Susi Pudjiastuti, Menteri Eksentrik yang Berani

“Tenggelamkan!” sudah menjadi semacam slogan yang kerap dikumandangkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Sosok Ibu Menteri yang satu ini memang stealing the spotlight, sangat menarik perhatian karena sosoknya yang nyentrik dan berani dalam menerapkan kebijakan. Dari deretan menteri-menteri dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK, bisa dibilang Susi yang selalu mengeluarkan gebrakan dan tidak ragu berargumen. Kehadirannya sebagai pemimpin di kabinet pemerintahan memberi warna baru yang tidak biasa dan menggelitik.

 

Susi lahir di Pangandaran, Jawa Barat pada 15 Januari 1965. Kedua orangtuanya telah lama tinggal di Pangandaran, sebagai pedagang ternak sapi dan kerbau dari Jawa Tengah dan dijual di Jawa Barat. Suami dari Susi adalah seorang pilot asal Jerman bernama Christian von Strombeck yang sempat bekerja di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Sebelumnya, Susi juga dua kali menjalani rumah tangga namun gagal. Menteri pemberani ini kini menjadi ibu tunggal dari tiga orang anak, yaitu Panji Hilmansyah, Nadine Kaiser, dan Alvy Xavier.

 

Pendidikan Tinggi Bukan Jaminan

Susi juga adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi tidak selamanya menjamin kesuksesan. Setelah merampungkan SMP, Susi memang langsung melanjutkan ke jenjang SMA, namun tidak selesai. Ia dikeluarkan karena kala itu dinilai terlalu aktif dengan gerakan Golput yang dilarang pada masa Orde Baru. Tanpa mengantongi ijazah, Susi cukup jeli mencari peluang bisnis yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Tahun 1983, dengan modal pas-pasan Susi menjadi pengepul ikan di Pangandaran. Ia mengumpulkan uang Rp750.000 untuk memulai berbisnis. Dari modal yang seadanya, ternyata bisnisnya berkembang pesat hingga bisa mendirikan pabrik pengolahan ikan di tahun 1996. Pabrik ini diberi nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster. Jangan salah, bisnis besutan Susi ini merangkul segmen pasar Asia hingga Amerika. Tidak kehilangan akal, Susi mencari cara bagaimana agar bisa lebih mudah mengangkut ikan.

Transportasi adalah jawabannya. Itulah mengapa pada tahun 2004, Susi membeli sebuah Cessna Caravan dengan harga Rp20 miliar. Untuk bisa menebus dengan harga yang tidak sedikit itu, Susi meminjam uang dari  bank. Pesawat ini kemudian digunakannya untuk mengangkut ikan segar tangkapan nelayan dan lobster dari berbagai pasar di Indonesia. Terbanglah produk-produk dari “Susi Brand” ke berbagai kota di Indonesia dan luar negeri.

 

Susi Air yang Bersejarah

Apakah nama dari pesawat Cessna Caravan yang bersejarah ini? Tentu saja Susi Air. Pada saat tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004, Susi Air mencetak sejarah. Hanya Cessna miliknya yang menjadi pesawat pertama berhasil mencapai lokasi bencana dan memberikan bantuan untuk korban. Dari sinilah Susi terbersit peluang baru, untuk merambah bisnis penyewaan pesawat.

Dalam waktu tiga tahun, perusahaan penerbangan Susi Air kian berkembang. Dari hanya sebuah pesawat Cessna Caravan, meningkat menjadi 14 pesawat yang disebar di Papua, Balikpapan, Jawa, dan Sumatera. Terus bergeliat, Susi Air memiliki 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond Star, dan 1 buah pesawat Diamond Twin Star. Tahun 2008 Susi juga mengembangkan bisnis aviasinya di bawah bendera PT ASI Pudjiastuti Flying School dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School. Meski merintis semua bisnisnya di bidang pelelangan ikan dan sewa pesawat dari nol, ada titik saat Susi harus melepasnya.

 

Memasuki Kabinet sebagai Menteri

Susi ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja. Untuk menghindari konflik kepentingan, Susi dengan berani melepaskan diri dari posisinya di perusahaan Susi Air dan PT ASI Pudjiastuti Marine. Dirinya resmi dilantik sebagai menteri pada 26 Oktober 2014. Tentu Susi sempat heran bagaimana mungkin dirinya yang tidak lulus SMA ini didaulat menjadi menteri, bahkan ia menyebut dirinya sebagai “orang setengah gila”. Presiden Jokowi menjawab bahwa negeri ini memang butuh orang-orang gila.

Sebagai menteri, Susi dikenal dengan gaya eksentrik dan beraninya. Kebijakannya berani dan tidak kenal kompromi, seperti menenggelamkan kapal asing yang masuk perairan Indonesia tanpa izin, juga perihal alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan.

Semasa menjadi menteri Susi tak segan terjun langsung ke laut dan berhadapan dengan nelayan untuk berdialog. Sosoknya yang vokal banyak menuai sorotan, termasuk pujian dari banyak khalayak. Tahun 2016 lalu, gelar doktor Honoris Causa diberikan padanya oleh Universitas Diponegoro. Hal ini seakan mematahkan semua tanda tanya dari masyarakat yang pernah memprotes mengapa memilih menteri yang hanya lulusan SMP. Puluhan penghargaan lain juga pernah diterimanya atas kiprahnya yang menginspirasi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

 

Di luar hobinya memberantas illegal fishing, Susi adalah kolektor peta sejak kecil. Dia memiliki ratusan peta dengan kabupaten terpampang satu persatu. Selain itu hobi yang memacu adrenalin juga menjadi favoritnya, seperti berselancar dan segala hal yang berbau laut. Mengendarai motor trail pun sudah tidak asing lagi baginya. Sosoknya juga dikenal sebagai pribadi yang hangat dan sangat dekat dengan anak-anak serta cucunya. Terus menginspirasi dan menjalankan amanat dengan caramu sendiri ya, Bu Susi!