Tag Archives: Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja, sang Taipan gigih yang bervisi luas

Pengusaha dan taipan papan atas Indonesia, Eka Tjipta Widjaja, merupakan salah satu pengusaha sukses yang membangun semua kerajaan bisnisnya dimulai dari nol. Kisah hidup susah dibalut kemiskinan merupakan lembaran awal cerita hidup seorang Eka Tjipta Widjaja yang lahir di propinsi Fujian, China pada tanggal 27 Februari 1921.  Sekarang pada umurnya yang sudah mencapai 97 tahun, Eka Tjipta tinggal melihat buah hasil kerja kerasnya yaitu kerajaan bisnisnya yang menggurita di dalam maupun luar negeri yang sekarang sudah dikendalikan oleh anak-anaknya.

Masa kecil yang susah dan miskin

Sepertinya mental kuat dan semangat pantang menyerah yang dimiliki seorang Eka Tjipta terlahir mulai dari masa kecilnya sebagai seorang imigran dari China yang datang ke Indonesia. Sewaktu masa revolusi di China yang rawan, penuh kejahatan dan kesusahan, Eka kecil terpaksa menaiki kapal laut menyebrangi lautan bersama sang Ibu untuk mengungsi ke Indonesia. Eka Tjipta Widjaja yang mempunyai nama asli Oei Ek Tjhong hanya berumur 9 tahun pada waktu itu. Sampailah mereka di kota Makassar dan langsung bergabung dengan sang Ayah yang memang sudah datang lebih dahulu.  Biaya perjalanan kapal laut yang dipakai untuk mengungsi pun didapat dari hasil berhutang kepada rentenir sebesar 150 dollar.

Siang malam Eka kecil membantu usaha ayah nya berdagang sambil bersekolah di Makassar. Kesulitan biaya membuat Eka terpaksa berhenti bersekolah hanya sampai bangku SD. Eka dan keluarga hidup amat sederhana. Selepas berhenti sekolah, Eka terpaksa berjualan biskuit, kue dan permen untuk membantu meringankan biaya hidup keluarganya. Apapun dilakoni nya termasuk mendekati pasukan tentara Jepang dan berbasa-basi dengan mereka sehingga Eka bisa diijinkan menjual pasokan semen, gula dan terigu yang dimiliki para tentara dengan harga yang masih baik di pasaran. Dari sang Ayah, Eka belajar ilmu berdagang, mental baja, dan keteguhan.

Pelan-pelan sedari muda Eka berdagang apapun yang bisa dijual. Ketrampilan berdagangnya makin terpoles, relasi dan pergaulannya semakin banyak dan strategi untung rugi berdagang dipelajari nya sejalan dengan waktu. Bisa dibilang masa remaja Eka dipenuhi dengan berdagang serabutan mulai dari kopra, gula, permen, sampai wijen. Ada saatnya Eka meraih keuntungan besar, meskipun sempat juga jatuh bangkrut  dan terpaksa menjual harta benda milik keluarganya. Di saat-saat kejatuhan, mental baja Eka tetap membuatnya maju terus pantang mundur. Dia tetap memutar otak nya untuk melihat dan mencari-cari kesempatan yang ada. Eka tidak mau menyerah begitu saja, dia bertekad untuk hidup keluar dari kemiskinan.

Memasuki dunia bisnis

Nasib baik mulai berpihak kepada Eka pada tahun 1980. Ia membeli lahan seluas 10 ribu hektar di Riau dan dengan kelihaiannya, Eka mengubah lahan tersebut menjadi lahan produktif yang menghasilkan kelapa sawit. Keuntungan besar pun diraih, bisnis nya pelan-pelan berkembang.  Dari kelapa sawit, ia membeli perkebunan teh dan mulai memproduksi teh. Mesin penggarapan kebun dan pengolahan dibelinya untuk produksi skala besar kelapa sawit dan teh. Tapi usaha-usaha bidang perkebunan yang membuahkan hasil yang menggiurkan tidak cukup membuat seorang Eka Tjipta Widjaja duduk terdiam puas menikmati hasil.

Semangat dan naluri tajam nya sebagai pebisnis terlampau kuat untuk hanya dibatasi oleh kesuksesan di satu bidang. Eka pun merambah bisnis lainnya, bisnis yang menjadi tolak ukur keberhasilan nya sebagai pengusaha papan atas.

Eka Tjipta Widjaja mengembangkan sayap bisnisnya ke bidang perbankan dengan membeli Bank Internasional Indonesia (BII). BII berkembang pesat dibawah pimpinan Eka, cabangnya bertambah menjadi puluhan cabang bahkan aset nya pun dikabarkan mencapai total kurang lebih 9 triliun rupiah. Gurita bisnis Eka Tjipta semakin luas ketika ia mengakuisisi PT Indah Kiat dan menjadikannya sebagai pabrik pengolahan pulp dan kertas terbesar di Indonesia.

Pendiri Sinar Mas Group

Eka Tjipta menjadi pionir pendiri Sinar Mas Group yang bergerak di bidang kertas, properti, perbankan, perkebunan, dan telekomunikasi. Di bawah naungan Sinar Mas Group, salah satu anak perusahannya juga tercatat sukses menelurkan bisnis di bidang properti. Tercatat ITC Mangga Dua merupakan salah satu proyek sukses yang dihasilkannya. Untuk sekarang ini, Sinar Mas Land yang merupakan salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia juga berkontribusi besar dalam mengembangkan kota satelit di Bumi Serpong Damai (BSD) yang terdiri dari perumahan, shopping mall, rumah sakit, sekolah dan pusat bisnis. Boleh dibilang, sosok anak-anak Eka mempunyai peranan penting dalam membesarkan Sinar Mas Group. Jabatan-jabatan penting di perusahaan-perusahaan yang ada di Sinar Mas dipegang oleh anak-anaknya.

Kehidupan pribadi dengan istri-istri dan anak-anak

Kehidupan pribadi Eka Tjipta Widjaja juga tidak lepas dari kontroversi seputar beberapa istri dan anak yang dimilikinya. Dari perbincangan orang-orang, Eka Tjipta dikenal mempunyai koleksi istri yang mencapai puluhan dan anak-anak yang juga mencapai puluhan jumlahnya. Tidak tahu apakah berita itu benar atau tidak, yang jelas Eka Tjipta tercatat mempunyai 2 orang istri resmi yaitu Trinidewi Lasuki dan Mellie Pirieh Widjaja.  Sekarang ini beberapa anak Eka seperti Muktar Widjaja, Teguh Ganda Widjaja, Frankie Oesman Widjaja, dan Sukmawati Widjaja memegang kendali bisnis penting di sektor-sektor berbeda di dalam naungan Sinar Mas Group.

Menjadi orang terkaya di Indonesia

Eka Tjipta Widjaja pernah dinobatkan sebagai orang terkaya nomor 1 di Indonesia menurut versi majalah Globe Asia 2012.  Sampai hari ini, Eka Tjipta Widjaja tetap masuk dalam daftar urutan atas orang-orang terkaya di Indonesia menurut versi majalah Forbes.  Anak-anak dan cucu –cucu nya lah yang sekarang meneruskan kerajaan bisnis yang diwarisi oleh seorang Eka Tjipta Widjaja.

Semangat dan kerja keras Eka memang patut dicontoh oleh generasi muda sekarang. Visi Eka sangatlah jauh ke depan, tidak terhenti hanya ingin menjadi kaya, tapi lebih kepada menciptakan dan membangun bangsa. Keberhasilan seorang Eka Tjipta mengajarkan kita bahwa kita tidak boleh berhenti bermimpi bahwa seseorang yang mulai dari nol dan tidak punya modal sekalipun mempunyai kesempatan yang sama dengan orang-orang yang lebih berada. Banyak generasi muda sekarang mempunyai keadaaan ekonomi yang jauh lebih baik dari Eka Tjipta semasa kecil tapi malah menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Kesempatan tidak datang dua kali, karena itu hargailah setiap kesempatan yang datang dengan semangat dan kerja keras. Jadilah seseorang yang bervisi luas, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah.