Tag Archives: Chairul Tanjung

Chairul Tanjung, Lulusan Kedokteran Gigi yang Sukses Menjadi Pengusaha

Satu lagi sosok pengusaha yang cukup terkenal di Indonesia. Beliau adalah Chairul Tanjung. Pada tahun 2010, majalah Forbes menempatkan Chairul sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan berada di urutan ke-937. Satu tahun kemudian, total kekayaan Chairul meningkat dua kali lipat. Hingga akhirnya pada tahun 2014, kekayaan Chairul mencapai 4 miliar dollar Amerika Serikat dan menempati urutan ke-375 orang terkaya di dunia. Mungkin kamu hanya bisa melongo melihat angka-angka tadi. Lalu, muncul pertanyaan besar di benak kamu: bagaimana bisa Chairul sekaya itu? Kesuksesan Chairul hingga bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia tentu didapat dari hasil kerja keras beliau. Kalau penasaran, simak saja kisah perjalanan bisnis Chairul Tanjung berikut ini!

 

 Masa kecil dan pendidikan Chairul Tanjung

Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1952. Beliau lahir dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah. Sang ayah merupakan seorang wartawan di masa orde lama yang menerbitkan sebuah surat kabar. Namun, usaha sang ayah terpaksa ditutup di era orde baru karena bersebrangan secara politik dengan Soeharto kala  itu. Chairul beserta keluarga terpaksa pindah ke kamar losmen kecil karena rumah mereka dijual.

Meski sempat merasakan hidup susah, Chairul beruntung karena masih bisa menamatkan pendidikan dengan baik. Tercatat, Chairul pernah bersekolah di SD dan SMP Van Lith. Chairul kemudian melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Boedi Oetomo Jakarta. Selepas lulus SMA, Chairul berkuliah di fakultas kedokteran gigi di Universitas Indonesia.

 

Bakat berdagang sejak duduk di bangku kuliah

Kehidupan keluarga Chairul yang pas-pasan membuat Chairul harus membantu keluarga agar bisa memenuhi kebutuhan perkuliahan. Untuk itulah, Chairul sudah memulai berbisnis sejak kuliah. Chairul berjualan buku kuliah stensilan dan kaos di kampus. Selain itu, Chairul juga membuka jasa fotokopi di kampus. Meski harus berjualan sambil kuliah, Chairul tidak lalai pada pendidikan. Bahkan, Chairul mendapat gelar mahasiswa teladan tingkat nasional 1984-1985. Chairul juga berhasil menyelesaikan kuliah di tahun 1987.

Berdagang dan tetap berprestasi menjadi teladan dari Chairul yang bisa kamu contoh. Meski harus membagi fokusnya pada dua hal, Chairul bisa bertanggung jawab untuk tetap mengutamakan pendidikan. Tentu tidak banyak anak muda yang bisa seperti Chairul ini ya!

 

Awal karier bisnis Chairul Tanjung

Di masa kuliah, Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Hanya saja, bisnis tersebut ternyata bangkrut. Lulus dari kuliah, Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekan beliau. Perusahaan tersebut memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Kali ini sebuah keberuntungan datang. Perusahaan yang baru berdiri tersebut langsung mendapatkan pesanan sebanyak 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Di tengah perjalanan perusahaan tersebut, Chairul menemukan perbedaan visi dengan ketiga rekan beliau. Chairul lalu memutuskan untuk mundur dari perusahaan tersebut.

Tidak ada pengusaha yang langsung sukses dalam berbisnis. Chairul juga pernah mengalami susahnya berjualan sejak kuliah. Bahkan, Chairul harus gagal dalam usaha besar pertama yang beliau miliki. Dari Chairul, kamu belajar bahwa kegagalan adalah pelajaran terbaik untuk memulai kesuksesan.

 

Chairul Tanjung mulai mendirikan usaha sendiri

Setelah memilih berpisah dari rekan-rekan, Chairul mendirikan usaha sendiri. Beliau berfokus pada tiga bisnis, yaitu keuangan, properti, dan multimedia.  Perusahaan tersebut dinamakan Para Group. Perusahaan ini memiliki Para Inti Holdindo sebagai father holding company dengan beberapa sub holding, yaitu Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), serta Para Inti Propertindo (properti).

Di bidang properti dan investasi, terdapat beberapa perusahaan, antara lain Mega Indah Propertindo, Batam Indah Propertindo, dan Para Bandung Propertindo. Sementara untuk penyiaran dan multimedia, terdapat Trans TV, Trans 7, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. Khusus di bidang finansial, ada Bank Mega, Asuransi Mega, dan Para Multi Finance. Para Group juga membeli sebagian saham Carrefour Indonesia pada tahun 2010. Di situ, Para Group memiliki saham sebesar 40%. Akuisisi Carrefour tersebut membuat Chairul mentransformasi Carrefour menjadi Transmart. Bukan hanya sebagai tempat belanja groseri, di Transmart pun menyediakan kebutuhan fashion dan kecantikan. Bahkan, kebutuhan elektronik juga tersedia. Yang paling menarik, ada fasilitas bermain untuk anak-anak juga di sana. Jadi, Chairul berhasil mengubah tempat berbelanja menjadi destinasi hangout keluarga.

Pada akhir tahun 2011, Chairul mersemikan perubahan Para Group menjadi CT Corp. CT Corp sendiri terdiri dari tiga perusahaan sub holding, yaitu Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources. Hingga kini, CT Corp masih terus berjaya sebagai salah satu perusahaan besar yang ada di Indonesia.

Berbagai pengalaman berjualan sejak muda tampaknya membuat Chairul sukses membangun perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Kebayang nggak mahasiswa yang dulu hanya berjualan di kampus bisa memiliki banyak perusahaan seperti sekarang?

 

Sempat menjadi menko perekonomian pada tahun 2014

Chairul sempat menjadi bagian dari jajaran menteri di Indonesia. Pada Mei 2014, Chairul Tanjung menggantikan posisi Hatta Rajasa sebagai menko perekonomian. Beliau menjabat menko perekonomian sejak 19 Mei hingga 27 Oktober 2014. Kiprah Chairul di dunia bisnis membuat presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu mempercayakan posisi menko perekonomian kepada beliau.

 

Prinsip bisnis ala Chairul Tanjung

Bagi Chairul, poin penting dalam berbisnis adalah kemauan untuk mengembangkan jaringan. Mengenal banyak relasi juga menjadi salah satu kunci kesuksesan sebuah bisnis. Pertemanan yang baik jauh lebih mudah membantu berkembangnya suatu bisnis daripada terlalu banyak melihat peta persaingan saja. Bahkan, bagi Chairul, berteman dengan petugas pengantar surat juga merupakan hal yang penting. Melalui jejaring yang baik, mitra kerja yang handal pun lebih mudah didapat.

Bisnis memang membutuhkan modal yang besar. Namun, kerja keras dan kemauan juga menjadi modal utama untuk tetap bertahan dalam bisnis. Kebanyakan anak muda sekarang tidak sabar dalam menjalani bisnis. Chairul berpesan bahwa berbisnis itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kesabaran dan pantang menyerah adalah kunci utama. Jangan terlalu sering mengmabil jalan instan dan tergesa-gesa karena bisnis tanpa rencana matang sama saja pelan-pelan mematikan usaha tersebut beberapa tahun kemudian. Lihat saja, Chairul Tanjung tidak langsung sukses saat awal membangun toko peralatan kedokteran dan laboratorium bukan?

 

Buat kamu yang sedang merintis sebuah usaha, semoga kisah Chairul Tanjung ini bisa menginspirasi kamu. Terima saja beberapa kegagalan dalam hidupmu, tetapi jangan lupa untuk bangkit kembali. Tekun, sabar, ulet, serta pantang menyerah adalah nilai-nilai dari Chairul Tanjung yang bisa kamu teladani untuk berbisnis.